Breaking News

Berpandu China Nyaris Rontokkan Satelit Soviet

Berpandu China Nyaris Rontokkan Satelit Soviet

0 0

VIVA   –  Dua sampah antariksa, satu satelit Uni Soviet dan utama lagi roket China hampir bersabung satu sama lain. Keduanya memiliki risiko untuk tabrakan, namun keputusannya bisa saling menghindar.

Kabar potensi tabrakan itu dilaporkan perusahaan pelacak satelit dan puing-puing antariksa, menggunakan radar bernama LeoLabs. Namun, akhirnya kedua benda itu bisa saling menghindar sejauh 8 hingga 43 meter pada Kamis jam 8: 56 malam ET atau pukul 8 WIB tadi pagi.

Sementara tersebut, laporan The Aerospace Corporation memperhitungkan satelit dan roket itu meleset sekitar 70 meter satu sebanding lain, seperti dikutip dari laman Business Insider , Jumat  16 Oktober 2020.

Estimasi sebelumnya satelit dan roket itu mau meleset hanya 12 meter. LeoLabs mengabarkan, jika ada potensi kecelakaan walaupun hanya 10 persen  saja.

Baca juga:   Terancam Tewas, Kosmonot Rusia Diselamatkan Astronot AS

Namun, nampaknya kemungkinan itu tetap saja berbahaya. Sebab, NASA rutin memindahkan Stasiun Luar Angkasa Internasional  walaupun memiliki potensi kecelakaan kurang dari 1 persen.

Karena satelit Soviet dan roket China sama-sama tak berfungsi, jadi tidak bisa dipindahkan. Astronomi Jonathan McDowell menyatakan jika tabrakan terjadi ledakan hendak setara dengan 14 metrik  ton TNT dan puing-puingnya akan merebak ke seluruh arah.

Tapi akhirnya tabrakan itu tak terjadi. Dalam cuitannya, LeoLabs mengumumkan tidak ada tanda-tanda puing ke-2 obyek tersebut. Lokasi hantaman keduanya juga sangat jauh dari Bumi, yakni berada di 991 kilometer di atas permukaan. Serta berkecukupan di atas Laut Wedell Antartika, jadi tidak membahayakan siapa biar.

Namun memang sedang ada bahayanya untuk orbit Bumi. Hasil tabrakan berupa ribuan bagian kedua benda akan menghasilkan gegana.

Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Sleepy
0 %
Angry
0 %
Surprise
0 %