Breaking News

Ilmuwan Berhasil Ciptakan Kulit Buatan yang Bisa Merasakan Sakit

Ilmuwan Berhasil Ciptakan Kulit Buatan yang Bisa Merasakan Sakit

0 0

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Kulit buatan ( artificial skin ) berupa sensor elektronik penala rasa sakit itu, beroperasi dengan menyalin jalur transmisi saraf yang menghubungkan reseptor pada jangat dengan otak.

Dengan itu dilakukan replikasi respons umpan balik tubuh di sinyal rasa sakit, yang dikirim ekstra cepat ke otak. Rasa sakit merupakan metode esensial awak manusia untuk membantu menghindari keburukan, yang bisa menyebabkan kematian.

“Kulit adalah organ sensorik tubuh paling besar, dengan fitur sangat kompleks dan didesain mengirim sinyal peringatan ekstra cepat, jika ada cedera pada tubuh, ” kata Madhu Bhaskaran penulis keterangan ilmiah itu dalam sebuah penjelasan belum lama ini.

“Kita menala segala hal, setiap waktu melalui kulit. Akan tetapi respons rasa sakit hanya bereaksi pada poin-poin tertentu saja, misalnya saat menyentuh benda yang benar panas atau sangat tajam. Hingga kini, belum ada teknologi elektronik yang bisa meniru secara realistik perasaan rasa sakit pada manusia, ” tambah peneliti di Serba banyak Melbourne Institute of Technology kacau RMIT Australia itu.

Pengembangan robot dan prostetik cendekia

Prototipe kulit artifisial yang sangat tipis itu dapat merasakan perubahan tekanan, panas atau dingin. Target para peneliti jarang lain, mengembangkan robot lebih cendekia dan meningkatkan kepekaan prostetik beserta alternatif lebih baik buat transplantasi pengganti kulit asli.

Sasarannya lebih jauh lagi, melaksanakan dan membiakkan tiruan kulit bani adam, untuk pengembangan humanoid yang benar mirip manusia. Demikian laporan tim ilmuwan RMIT Australia yang dipubikasikan dalam jurnal ilmiah Advanced Intelligent Systems belum lama ini.

“Ini merupakan langkah kronis untuk melaju ke masa pendahuluan pengembangan sistem umpan balik tangkas, yang kita perlukan untuk melaksanakan prostetik pintar dan robotik tangkas, ” ujar Bhaskaran lebih sendat.

Menentang Juga

Kulit buatan ini memanfaatkan elektronik yang bisa melar dikombinasikan secara material oksida dan silikon biokompatibel, untuk menciptakan perangkat elektronik supertipis yang “wearable”, transparan dan tak mudah rusak.

Lapisan reaktif temperatur yang 1. 000 kali lebih tipis dari bulu manusia, digunakan sebagai basis dalam material yang melakukan transformasi jadi respons pada panas.

Sementara fitur memori yang menyalin fungsi otak, menggunakan sel memori elektronik yang meniru bagaimana otak menggunakan memori jangka panjang, buat memanggil kembali dan memulihkan fakta yang diserap sebelumnya. Sensor mengecap sakit menggunakan tiga fitur tersebut sekaligus.

“Teknologi dengan ada saat ini, memanfaatkan sinyal elektrik untuk meniru berbagai tingkatan rasa sakit. Sementara perangkat terbaru buatan RMIT bisa bereaksi di tekanan mekanik real, temperatur & rasa sakit dan mengirimkan respons elektronik yang tepat, ” perkataan Ataur Rahman peneliti dari RMIT dan penulis utama laporan keilmuan itu.

“Artinya, kulit artifisial buatan kami mengetahui perbedan antara menyentuh peniti dengan jari, atau tidak sengaja menusukkan jarum biku ke kulit. Sebuah perbedaan benar kritis, yang belum pernah tercapai sebelumnya secara elektronik, ” pungkas Rahman dalam sebuah pernyataan. as/gtp (dari berbagai sumber)

Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Sleepy
0 %
Angry
0 %
Surprise
0 %