Breaking News

burung-misterius-ditemukan-warga-di-kalimantan-1

Rumor Misterius Ditemukan Warga dalam Kalimantan

0 0

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Rumor misterius yang hilang semasa 172 tahun ditemukan sebab warga di hutan hujan Kalimantan, Indonesia. Kalangan pengkaji menyambut antusias penemuan tersebut dan dipandang bisa menjelma momentum bagi penelitian serta pelestarian satwa langka pada Indonesia.

Rumor itu dinamakan Pelanduk Kalimantan, yang bernama latin Malacocincla Perspicillata dan secara luas dianggap oleh para ulung sebagai “teka-teki terbesar dalam ornitologi Indonesia”.

Burung tersebut pada awalnya ditemukan secara tidak berniat oleh dua warga di Kalimatan Selatan, Muhammad Suranto dan Muhammad Rizky Fauzan, Oktober 2020.

Mulanya, Suranto dan Rizky Fauzan zaman itu sedang mengumpulkan hasil hutan di daerah dengan tidak jauh dari kediaman mereka. Secara tidak sengaja keduanya menemukan jenis rumor yang tidak dikenal. Itu menangkap dan melepaskannya sesudah mengambil beberapa foto.

Keduanya lalu menemui kelompok pengamat burung setempat, BW Galeatus dan Birdpacker, yang kemudian menduga burung itu mungkin Pelanduk Kalimantan yang hilang.

Hal ini kemudian dikonfirmasi setelah berkonsultasi dengan cakap ornitologi dari Indonesia & sekitarnya.

Lihat Serupa

“Rasanya tidak jelas mengetahui bahwa kami telah menemukan spesies burung dengan oleh para ahli dianggap punah. Ketika kami menemukannya, kami sama sekali tak menyangka akan seistimewa tersebut – kami pikir itu hanyalah burung yang belum pernah kami lihat sebelumnya, ” kata Rizky Fauzan, yang dikutip dari terbit Oriental Bird Club.

`Sungguh menakjubkan` awut-awutan dijelaskan ahli burung di dalam 1850

Rumor yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai black-browed babbler itu dijelaskan oleh mahir burung Prancis terkenal, Charles Lucien Bonaparte, pada tarikh 1850 berdasarkan spesimen dengan dikumpulkan pada tahun 1840-an oleh ahli geologi dan naturalis Jerman, Carl A. L. M. Schwaner semasa ekspedisinya ke Hindia Timur.

Sejak zaman itu, tidak ada spesimen atau penampakan lain dengan dilaporkan dan asal muasal spesimen jenis tersebut diselimuti misteri. Bahkan pulau tempat pengambilannya tidak jelas. Tadinya diduga di Jawa, namun baru pada tahun 1895 ahli ornitologi Swiss, Johann Büttikofer, menunjukkan bahwa Schwaner berada di Kalimantan di saat penemuan spesies itu.

Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Sleepy
0 %
Angry
0 %
Surprise
0 %