Breaking News

Twitter Nyatakan Perang

Twitter Nyatakan Perang

0 0

VIVA   –  Twitter menyatakan perang terhadap misinformasi. Kabarnya, media sosial berlogo burung biru tersebut akan mengembangkan fitur baru dengan berhubungan dengan tombol Like. Sifat ini ditemukan oleh seorang engineer bernama Jane Manchun Wong dalam tanda aplikasi Twitter.

Ia megatakan akan ada perlambatan proses menyukai sebuah tweet dengan sifat baru tersebut. Melansir laman TechCrunch , Rabu, 11 November 2020, Twitter akan membangun label misleading information atau informasi mencemplungkan pada saat pengguna mencoba mengklik tombol Like dari sebuah cuitan.

Baca: Mulai Januari Donald Trump akan Siap Netizen Biasa

Meski begitu, fitur itu belum bisa digunakan oleh semua pengguna. Twitter mengonfirmasi kehadiran inovasi tersebut dan menyatakan sedang dalam pengembangan. Sejauh ini Twitter belum memiliki rencana meluncurkan fitur barunya tersebut secara luas.

“Kami bertujuan untuk memberi orang konteks dan alat dengan diperlukan untuk menemukan informasi meyakinkan pada layanan kami. Tidak ingat topik atau di mana itu melihat tweet tersebut, ” ungkap juru bicara Twitter.

Ia melanjutkan jika Twitter bakal terus mengeksplorasi fitur tersebut. Selain itu juga membuat kebijakan untuk membantu pengguna membuat keputusan arah informasi mereka sendiri.

Langkah yang coba diambil Twitter memang bukan dengan pertama memerangi misinformasi. Pada 20 Oktober lalu, Twitter mendorong semesta pengguna me-retweet menggunakan kutipan.

Selain itu, menjelang Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS), Twitter juga meluncurkan sejumlah kebijakan mutakhir. Mereka membuat label pada cuitan yang dianggap tidak benar serta salah satu orang yang berlangganan mendapatkannya adalah Donald Trump.

Seperti diketahui, Facebook dan Twitter pada 3 November kemarin menangguhkan beberapa akun-akun berita baru dengan mengunggah informasi seputar pemungutan pandangan dalam Pemilu AS. Akun-akun berita yang kebanyakan condong ke sayap kanan itu dinilai melanggar kecendekiaan dua perusahaan teknologi besar itu.

Twitter mengatakan akun-akun itu telah ditangguhkan karena menyalahi kebijakan terkait “koordinasi” dengan mengunggah konten yang identik, padahal tampil sebagai akun independen, atau terlibat dengan perilaku otomatis akun lain secara diam-diam.

Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Sleepy
0 %
Angry
0 %
Surprise
0 %